https://jurnal.stikesbanyuwangi.ac.id/index.php/ABDIMERKA/issue/feed Jurnal Pengabdian Masyarakat Merdeka Membangun Negeri 2025-12-12T00:00:00+00:00 Open Journal Systems <p><strong>J</strong><strong style="font-size: 0.875rem;">urnal pengabdian masya</strong><strong style="font-size: 0.875rem;">rakat ABDIMERKA</strong><span style="font-size: 0.875rem;"> merupakan jurnal ilmiah </span><span style="font-size: 0.875rem;">dengan akses terbuka yang menerbitkan artikel hasil pengabdian masyarakat yang diterbitkan oleh STIKES Banyuwangi. Tujuan dari publikasi hasil pengabdian masyarakat memberikan informasi dan edukasi sebagai penerapan ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, lingkungan dan social budaya dalam kehidupan di masyarakat serta Luaran Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) : program kampus mengajar, magang dan studi independen, pertukaran mahasiswa, kewirausahaan, praktisi mengajar, bela negara, proyek desa/ KKN tematik Jurnal yang diterbitkan 2 kali dalam setiap tahun bulan Juni dan Desember. Penulis dapat melakukan publikasi sesuai dengan template artikel jurnal. Dapat di unduh pada </span><a style="font-size: 0.875rem; background-color: #ffffff;" href="https://jurnal.stikesbanyuwangi.ac.id/index.php/ABDIMERKA/management/settings/TEMPLATE_JURNAL_ABDIMERKA.doc">template</a><span style="font-size: 0.875rem;"> ini. </span></p> https://jurnal.stikesbanyuwangi.ac.id/index.php/ABDIMERKA/article/view/699 Pendampingan Pembentukan Bank Sampah RW Sebagai Pemberdayaan Sampah Berbasis Masyarakat 2025-10-27T04:59:36+00:00 Maria Entina Puspita mariaentina@stieama.ac.id Elen mariaentina@stieama.ac.id Fajar mariaentina@stieama.ac.id Krisna mariaentina@stieama.ac.id <p><em>Kegiatan pendampingan pembentukan bank </em><em>sampah RW ini sebagai salah satu model pemberdayaan sampah berbasis </em><em>masyarakat di wilayah RW 5 Ngentaksari Salatiga. Kegiatan </em><em>pendampingan dilakukan dengan tahapan sosialisasi pemilahan dan </em><em>pemilihan sampah anorganik hingga praktik pengumpulan dan </em><em>penimbangan sampah setiap bulannya. Sasaran kegiatan adalah </em><em>kelompok PKK. Bank sampah ini diharapkan dapat membantu ibu-ibu </em><em>PKK mengelola sampah mereka secara efisien dan menumbuhkan disiplin </em><em>dalam pengumpulan dan pemilahan sampah anorganik. Diharapkan</em><br /><em>kegiatan ini meningkatkan kesadaran ibu-ibu PKK dengan </em><em>mengumpulkan sampah anorganik mereka dan menjual sesuai kategori. </em><em>Pada akhirnya program ini menghasilkan pembinaan berkelanjutan </em><em>dengan memberdayakan ibu-ibu PKK untuk memilah sampah mereka </em><em>secara efisien dan meningkatkan pendapatan keluarga.</em></p> 2025-12-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Maria Entina Puspita, Elen Krisnianda, Fajar Hidayat, Krisnadwiva https://jurnal.stikesbanyuwangi.ac.id/index.php/ABDIMERKA/article/view/721 Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis Bahan Lokal bagi Kader Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Stunting 2025-11-21T04:30:54+00:00 Dewi Kartika Sari dk.sari@lecturer.usg.ac.id Fredlina Rossa Balindra fr.balindra@lecturer.usg.ac.id Nadia Taqiyya n.taqiyya@lecturer.usg.ac.id <p><em>Stunting merupakan permasalahan gizi penting di Indonesia yang penanggulangannya membutuhkan keterlibatan aktif dari para kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam pencegahan stunting melalui edukasi serta pelatihan pembuatan Pemberian Makanan Tambahan berbasis bahan lokal di Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar. Pelaksanaan dilakukan dengan pendekatan pendidikan partisipatif melalui pemberian materi, demonstrasi pembuatan makanan tambahan, praktik langsung, serta pendampingan kegiatan posyandu. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, di mana seluruh peserta mencapai kategori pengetahuan dan keterampilan “baik” setelah pelatihan. Kader mampu mengolah bahan pangan lokal seperti ikan, ayam, telur, dan kelor menjadi makanan tambahan bergizi seimbang. Program ini terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas kader sebagai ujung tombak edukasi gizi di masyarakat dan berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya pelatihan lanjutan dan pendampingan rutin untuk memastikan kader dapat menerapkan keterampilan secara konsisten dalam pelayanan posyandu</em></p> 2025-12-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Dewi Kartika Sari, Fredlina Rossa Balindra , Nadia Taqiyya https://jurnal.stikesbanyuwangi.ac.id/index.php/ABDIMERKA/article/view/709 Peningkatan Pengetahuan Gizi Siswa melalui Program REMAJA BISMART dengan Edukasi Gizi Seimbang dan Permainan NutriDart di SMP Muhammadiyah 9 Semarang 2025-11-06T04:43:34+00:00 Imelda utamiharjantini@walisongo.ac.id Nabilla utamiharjantini@walisongo.ac.id Yohana utamiharjantini@walisongo.ac.id Nisrina utamiharjantini@walisongo.ac.id Utami Harjantini utamiharjantini@walisongo.ac.id Dwi utamiharjantini@walisongo.ac.id Yessi utamiharjantini@walisongo.ac.id <p><strong>Abstrak</strong><strong>. </strong><em>Program REMAJA BISMART dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 9 Semarang untuk meningkatkan pengetahuan gizi dan kesadaran pentingnya gizi seimbang pada remaja. Kegiatan meliputi pengukuran antropometri, senam, edukasi gizi, dan permainan NutriDart. </em><em>Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan perbandingan nilai pre test-post test. Penilaian pre test-post test pengetahuan siswa didapatkan setelah pemberian edukasi gizi seimbang dan permainan edukatif NutriDart.</em><em> Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 53,57% menjadi 97,86%. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi seimbang pada remaja.</em></p> 2025-12-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Utami Harjantini, Imelda Alvi Naurien Amalia, Nabilla Istha Rosaida, Yohana Gabriella Wicahyana, Nisrina Mahfudhah Hamidah, Dwi Astuti, Yessi Annisa Sari https://jurnal.stikesbanyuwangi.ac.id/index.php/ABDIMERKA/article/view/722 Edukasi dan Penguatan Pemahaman Personal Hygiene Genital pada Siswi Sekolah Dasar sebagai Upaya Pencegahan Keputihan 2025-11-21T07:15:44+00:00 Nadia Taqiyya n.taqiyya@lecturer.usg.ac.id Fredlina Rossa Balindra fr.balindra@lecturer.usg.ac.id Dewi Kartika Sari dk.sari@lecturer.usg.ac.id <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai perubahan biologis, psikologis, dan sosial, di mana remaja perempuan rentan terhadap praktik personal hygiene genital yang kurang tepat sehingga meningkatkan risiko gangguan reproduksi seperti keputihan akibat Bacterial Vaginosis, vulvovaginal candidiasis, dan trichomoniasis. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta memperkuat perilaku kebersihan genital siswi kelas 6 SD Negeri Sidorahayu 1, Kecamatan W</em>agir <em>Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi interaktif berbasis partisipasi aktif, meliputi pretest, penyuluhan dengan media visual, permainan edukatif, diskusi praktik, serta posttest untuk mengukur capaian belajar. Hasil menunjukkan peningkatan pada aspek pengetahuan dan pemahaman siswi usia 11–12 tahun, termasuk kemampuan menjelaskan langkah kebersihan genital yang benar beserta rasionalitasnya. Intervensi berbasis visual dan game-based assessment terbukti mampu menyajikan informasi secara lebih terstruktur, menarik, dan mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini memperkuat kesiapan remaja awal dalam menghadapi pubertas, khususnya terkait upaya pencegahan keputihan yang sering terjadi akibat praktik kebersihan yang belum tepat. Secara keseluruhan, edukasi personal hygiene genital berkontribusi nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan membentuk perilaku hidup bersih serta sehat pada remaja. Keberlanjutan program serupa di berbagai jenjang pendidikan dipandang penting sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi, sedangkan integrasi materi kebersihan genital dalam program kesehatan sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat perilaku higienis dan mendukung kesehatan reproduksi jangka panjang. </em></p> 2025-12-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Fredlina Rossa Balindra, Nadia Taqiyya, Dewi Kartika Sari https://jurnal.stikesbanyuwangi.ac.id/index.php/ABDIMERKA/article/view/713 PEMBERDAYAAN LANSIA MELALUI GIZI BERBASIS PANGAN LOKAL UNTUK MENCEGAH RISIKO ALZHEIMER DI DESA MELAYU TENGAH 2025-12-04T02:55:26+00:00 Mahpolah sholehalail@gmail.com Meilla Dwi Andrestian sholehalail@gmail.com Mahdalena sholehalail@gmail.com Zulfiana Dewi sholehalail@gmail.com Rusmini Yanti sholehalail@gmail.com Niken Pratiwi sholehalail@gmail.com Rutmauli Hutagaul sholehalail@gmail.com Laila Sholehah sholehalail@gmail.com <p><em>Peningkatan angka harapan hidup di Indonesia berdampak pada bertambahnya jumlah lansia yang berisiko mengalami penyakit degeneratif seperti alzheimer. Kondisi ini menuntut adanya upaya pencegahan berbasis komunitas, terutama di wilayah pedesaan dengan keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema Pemberdayaan Lansia Melalui Gizi Berbasis Pangan Lokal Untuk Mencegah Risiko Alzheimer dilaksanakan di Desa Melayu Tengah, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Program ini bertujuan meningkatkan literasi gizi, keterampilan pengolahan pangan lokal, dan kapasitas kader dalam mendukung pencegahan Alzheimer. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus<br />hingga September 2025 dengan melibatkan 30 lansia, 30 keluarga pendamping, dan 10 kader posyandu serta posbindu. Metode yang digunakan meliputi edukasi interaktif, pelatihan kader, dan demonstrasi pengolahan pangan fungsional berbasis bahan lokal dengan desain pra– eksperimen one group pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 55,0 menjadi 83,3 setelah intervensi. Kegiatan juga meningkatkan keterampilan kader dalam edukasi gizi serta pemanfaatan bahan pangan lokal seperti kelor, talas, dan singkong sebagai sumber antioksidan alami. Kolaborasi lintas sektor antara perguruan tinggi, pemerintah desa, PKK, dan puskesmas menjadi faktor keberhasilan utama program. Dengan pendekatan partisipatif dan pemanfaatan sumber daya lokal, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Alzheimer dan dapat dijadikan model intervensi berkelanjutan di wilayah pedesaan.</em></p> 2025-12-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Mahpolah, Meilla Dwi Andrestian, Mahdalena, Zulfiana Dewi, Rusmini Yanti, Niken Pratiwi, Rutmauli Hutagaul, Laila Sholehah