Health-Technopreneurship: Pemberdayaan Santri Ponpes Asy-Syafaah Banyuwangi Melalui Pemanfaatan Genjer Sebagai Sabun Antiscabies untuk Kesehatan dan Kewirausahaan
DOI:
https://doi.org/10.54832/judimas.v4i2.870Keywords:
skabies, genjer, sabun herbal, kesehatan, kewirausahaanAbstract
Skabies masih menjadi masalah kesehatan utama di Pondok Pesantren Asy-Syafaah Banyuwangi, dengan prevalensi mencapai 23% pada tahun 2024. Kondisi ini menurunkan kenyamanan santri dalam belajar serta berpotensi menyebabkan penularan yang cepat. Di sisi lain, tanaman genjer (Limnocharis flava) yang melimpah di sekitar lingkungan pesantren selama ini hanya dimanfaatkan sebagai sayuran, padahal mengandung senyawa flavonoid dan fenol yang memiliki sifat antiseptik. Program pengabdian kepada masyarakat ini merancang solusi berupa sabun antiskabies berbahan dasar genjer dengan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) yang melibatkan santri secara aktif, mulai dari edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), perakitan alat ekstraksi sederhana, pembuatan sabun, hingga pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan capaian yang signifikan, yaitu peningkatan pengetahuan santri tentang PHBS dari nilai rata-rata pre-test sebesar 60 menjadi 85 pada post-test (meningkat 42%). Dampak sosial program juga terlihat melalui terbentuknya Tim Santri Inovator yang siap mengembangkan usaha berbasis koperasi pesantren. Program ini tidak hanya berkontribusi dalam upaya pencegahan skabies, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan bagi santri melalui dukungan pemasaran digital. Dengan demikian, program ini berpotensi menjadi model kolaborasi inovatif antara kesehatan dan kewirausahaan berbasis pesantren yang berdaya saing.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ani Qomariyah, Ardhi Khoirul Hakim, Riyan Dwi Prasetyawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.






