Efektivitas Program Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) Berbasis Pangan Lokal Terhadap Status Gizi Balita
DOI:
https://doi.org/10.54832/wombmidj.v5i1.803Keywords:
balita, gizi kurang, PMT-P, status giziAbstract
Masalah gizi pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada tahun 2023, prevalensi balita gizi kurang di Jawa Tengah mencapai 5,42%, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Kebakkramat I Kabupaten Karanganyar sebesar 3,9%. Kondisi gizi kurang pada balita dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya penanggulangan yang dilakukan adalah Program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Program Pemberian Makanan Tambahan terhadap status gizi balita usia 6–59 bulan di Puskesmas Kebakkramat I. Penelitian menggunakan desain kuantitatif retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 1.894 balita dengan sampel sebanyak 78 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan Program Pemberian Makanan Tambahan terhadap status gizi balita (p-value <0,05). Balita yang mendapatkan intervensi selama 90 hari mengalami perbaikan status gizi dibandingkan sebelum intervensi diberikan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Program Pemberian Makanan Tambahan berbasis pangan lokal efektif dalam meningkatkan status gizi balita dan dapat diterapkan sebagai intervensi gizi di pelayanan kesehatan masyarakat.
References
Astuti D, Noor R. Petunjuk teknis pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal untuk balita dan ibu hamil. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.
World Health Organization. Levels and trends in child malnutrition: UNICEF/WHO/World Bank Group joint child malnutrition estimates: key findings of the 2023 edition. Geneva: WHO; 2023.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Buku saku hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2023.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Karanganyar. Kecamatan Kebakkramat dalam angka 2023. Karanganyar: BPS Kabupaten Karanganyar; 2023.
Hosang KH, Umboh A, Lestari H. Hubungan pemberian makanan tambahan terhadap perubahan status gizi anak balita gizi kurang di Kota Manado. 2017;1(1):1-5..
Jawd IH, Al Jubori KH, Baiee HA. Prevalence and associated factors of under nutrition among under-five children in Babylon Province, Iraq. J Univ Babylon Pure Appl Sci. 2018;26(2):163-73.
Worku BN, Abessa TG, Wondafrash M. The relationship of undernutrition/psychosocial factors and developmental outcomes of children in extreme poverty in Ethiopia. BMC Pediatr. 2018;18(1):45-52.
Affifah N. Effectiveness of providing local food-based supplementary food on toddler nutritional status: a review. J Health Sci Pharm. 2025;9(2):245-51
Rajabi T, Agapova SE, Schell SK. Supplementary feeding of moderately wasted children in Sierra Leone reduces severe acute malnutrition and death when compared with nutrition counseling: a retrospective cohort study. J Nutr. 2022;152(4):1149-58.
Yosefa PS. Pengaruh pemberian PMT lokal terhadap peningkatan status gizi pada balita gizi kurang. Syntax Literate J Ilm Indones. 2022;7(6):1-10.
Wilson D, Hockenberry M, Rodgers C. Wong’s nursing care of infants and children. 12th ed. St. Louis: Elsevier; 2023.
Julyantari NKS, Budiarta IK, Putri NMDK. Implementasi K-means untuk pengelompokan status gizi balita (studi kasus Banjar Titih). J Janitra Inform Sist Inf. 2021;2(1):92-101.
Zhafira HD. Hubungan berat badan lahir dan tingkat kecukupan zat gizi makro dengan status gizi balita. J Kesehat Tambusai. 2023;4(4):5948-57.
Irwan, Kadir, Amalia. Efektivitas pemberian PMT modifikasi berbasis kearifan lokal terhadap peningkatan status gizi balita. 2020;2(4):56-67.
Sudilestari AAA, Laksmi IGAPS, Purwanti IS. Hubungan riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita usia 7-24 bulan di UPT Susut I Kabupaten Bangli. Bali Med J. 2018;1(5):82-90.
Maulidah WB, Rohmawati N, Sulistiyani S. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Panduman Kecamatan Jelbuk Kabupaten Jember. Ilmu Gizi Indones. 2019;2(2):89-100.
Hendriana F. Evaluation of the success supplementary feeding program (PMT) for toddlers with undernutrition. Indones J Glob Health Res. 2024;6(6):1255-60.
Utami NW, Rahmawati. Asupan energi dan protein terhadap status gizi pada balita di Puskesmas Minggir Sleman. J Ilmu Kebidanan. 2020;10(2):56-61.
Adelasanti, Rakhma. Hubungan antara kepatuhan konsumsi PMT balita dengan perubahan status gizi balita di Puskesmas Pucangsawit Surakarta. J Dunia Gizi. 2018;2(1):92-100
Fatira, Septiani, Naelasari. Pengetahuan gizi ibu dan kepatuhan pemberian PMT-P dengan asupan makan pada balita wasting di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram. Medika J Kesehat. 2024;2(4):1-7.
Gusman G, et al. Evaluation of the supplementary feeding program (PMT) to reduce stunting rates in toddlers. J Nutrizione. 2025;4(1):1-10.
Oktavia, Sriyani. Implementasi program pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dalam upaya penanggulangan stunting di Kabupaten Donggala. Syntax Literate. 2025;10(1):1-11.
Fetriyuna F, et al. Ready-to-use therapeutic/supplementary foods from local food resources: technology accessibility, program effectiveness, and sustainability, a review. Heliyon. 2023;9(12):e22478.
Gusman G, et al. Evaluation of the supplementary feeding program (PMT) to reduce stunting rates in toddlers. J Nutrizione. 2025;4(1):1-10.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

