Hubungan Kebiasaan Vulva Hygiene dengan Kejadian Keputihan Abnormal pada Remaja Putri Tuna Grahita Mampu Didik
DOI:
https://doi.org/10.54832/wombmidj.v5i1.807Keywords:
Vulva hygiene, keputihan abnormal, remaja putri, tuna grahita mampu didik, kesehatan reproduksiAbstract
Keputihan abnormal pada remaja putri masih menjadi salah satu masalah kesehatan reproduksi yang cukup sering ditemukan dan berkaitan dengan perilaku vulva hygiene. Remaja putri tunagrahita mampu didik memiliki keterbatasan dalam memahami dan menerapkan perilaku kesehatan reproduksi sehingga berisiko mengalami gangguan kebersihan genital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan abnormal pada remaja putri tunagrahita mampu didik di SMAKH Kota Tangerang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 54 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan pendekatan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner perilaku vulva hygiene dan kejadian keputihan abnormal melalui wawancara terstruktur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact sebagai alternatif uji chi-square serta uji kekuatan hubungan menggunakan Cramer’s V. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 15 tahun (46,3%) dan berasal dari kelas X (46,3%). Mayoritas responden memiliki perilaku vulva hygiene kategori kurang (40,7%), dan sebanyak 57,4% mengalami keputihan abnormal. Pada responden dengan perilaku vulva hygiene baik, sebagian besar mengalami keputihan normal (69,2%), sedangkan pada kategori kurang mayoritas mengalami keputihan abnormal (86,4%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku vulva hygiene dengan kejadian keputihan abnormal (p=0,001) dengan kekuatan hubungan tergolong kuat (Cramer’s V=0,53). Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi dan pendampingan praktik vulva hygiene pada remaja tunagrahita mampu didik sebagai upaya promotif dan preventif dalam menurunkan risiko keputihan abnormal.
References
Herdiana H, Jayatni I. Hubungan Personal Hygiene, Aktivitas Fisik Dan Tingkat Stres Terhadap Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Kelas XII Di SMA Darussalam Kabupaten Garut Tahun 2023. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah. 2023 Oct 10;2(10).
World Health Organization. Adolescent Health Report. Geneva: WHO. 2022.
Kementerian Kesehatan RI. Kemenkes RI:Jakarta. 2022. Profil Kesehatan Indonesia 2021.
Maysaroh S, Mariza A. Pengetahuan Tentang Keputihan Pada Remaja Putri. Jurnal Kebidanan Malahayati. 2021 Jan 31;7(1):104–8. doi:10.33024/jkm.v7i1.3582
Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. 2024. Mari mengenal keputihan pada wanita.
Azmi Fauziah N, Srisantryorini T, Romdhona N, Kesehatan Masyarakat F, Muhammadiyah Jakarta JLKHAhmad Dahlan U, Tangerang Selatan K. Environmental Occupational Health and Safety Journal. Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Personal Hygiene saat Menstruasi pada Santriwati di MTs Pondok Pesantren “X” Kota. Environmental Occupational Health and Safety Journal. 2021;2(1).
Cahyaningtyas R. A Correlation Study of Vaginal Hygiene Behaviors and the Presence of Candida sp. in Bathroom Water with Pathological Leucorrhea in Female Students of Islamic Boarding School in Surabaya. Jurnal kesehatan lingkungan. 2019 Jul 23;11(3):215. doi:10.20473/jkl.v11i3.2019.215-224
Thalib SA, Anggraini D, Sinabutar NA, Kumalasari R. Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Perilaku Seksual Pernikahan Di SMAN 4 Depok. JRIKes : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan. 2025;2(1):1–10.
Novianasari E, Haniyah S, Apriliyani I. Pengaruh pendidikan kesehatan vulva hygiene terhadap keterampilan melakukan vulva hygiene pada remaja berkebutuhan khusus. J Perawat Peduli. 2021;4(2):215–22.
Sobel JD. Vulvovaginal candidosis. The Lancet. 2007 Jun;369(9577):1961–71. doi: 10.1016/S0140-6736(07)60917-9
Muzny CA, Schwebke JR. Gardnerella vaginalis in the pathogenesis of bacterial vaginosis: A conceptual model. J Infect Dis. 2014;210(3):338–43. doi: https://doi.org/10.1093/infdis/jiu089
Ma B, Forney LJ, Ravel J. Vaginal microbiome: Rethinking health and disease. Annu Rev Microbiol. 2012;66(1):371–89. doi:https://doi.org/10.1146/annurev-micro-092611-150157
Chandra DASP, Suralaga C, Widiastuti S. Hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku mengenai personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian fluor albus pada remaja di Sekolah MAN 4 Jakarta Selatan. Malahayati Nurs J. 2024;6(8):3322–37. doi: https://doi.org/10.33024/mnj.v6i8.13941
Holdcroft AM, Ireland DJ, Payne MS. The vaginal microbiome in health and disease: What role do common intimate hygiene practices play? Microorganisms. 2023;11(2):298. doi: https://doi.org/10.3390/microorganisms11020298
Servais L. Sexual health care in persons with intellectual disabilities. Ment Retard Dev Disabil Res Rev. 2006;12(1):48–56. doi: https://doi.org/10.1002/mrdd.200932006 Jan 24;12(1):48–56. doi:10.1002/mrdd.20093
McDaniels B, Fleming A. Sexuality education and intellectual disability: Time to address the challenge. Sex Disabil. 2016;34(2):215–25. doi: https://doi.org/10.1007/s11195-016-9427-y
Acyeanir N, Darwis, Mappeboki S. Hubungan personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas XI. JIMPK J Ilm Mhs Penelit Keperawatan. 2021;1(3):387–92.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

