Perbedaan Antara Pemberian Skin Wrap Dan Pemberian Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Terhadap Kejadian Hipotermia Pada Bayi Baru Lahir

Authors

  • Annah Hubaedah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Susmiati Ningsih Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
  • Retno Setyo Iswati Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.54832/wombmidj.v5i1.865

Keywords:

Bayi baru lahir, hipotermia neonatal, inisiasi menyusu dini, skin wrap

Abstract

Latar Belakang: Bayi baru lahir mengalami kehilangan panas sekitar empat kali lebih besar dibandingkan orang dewasa. Dalam 30 menit pertama setelah lahir, suhu tubuh bayi dapat menurun sebesar 3–4°C. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas Skin Wrap dan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Metode: Desain penelitian quasi-experimental dengan two-group pretest–posttest yang terbagi kelompok Skin Wrap (n = 18) dan kelompok Inisiasi Menyusu Dini (IMD) (n = 18). Suhu tubuh diukur menggunakan termometer digital, sedangkan data observasi dikumpulkan menggunakan lembar observasi terstandar. Uji normalitas dilakukan menggunakan uji Shapiro–Wilk, dan analisis perbedaan antar kelompok dilakukan menggunakan Independent Samples t-test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Result : Skin Wrap rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,64°C menjadi 36,91°C. IMD rata-rata meningkatkan suhu tubuh dari 35,66°C menjadi 36,68°C. Hasil Independent Samples t-test menunjukkan berbedaan statistik dengan nilai intervensi (p = 0,021), yang menunjukkan bahwa Skin Wrap lebih efektif meningkatkan suhu tubuh bayi baru lahir dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Kesimpulan:. Skin Wrap secara signifikan lebih efektif dibandingkan Inisiasi Menyusu Dini dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Oleh karena itu, Skin Wrap dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi perawatan termal yang efektif untuk mengurangi risiko hipotermia neonatal.

References

Fernando, A., Putri, R., & Sari, D. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipotermia pada bayi baru lahir. Jurnal Kebidanan Indonesia, 13(2), 115–122.

Hutagaol, H., & Darwin, E. (2021). Termoregulasi pada bayi baru lahir dan upaya pencegahan hipotermia. Jurnal Kesehatan Andalas, 10(1), 45–52.

Surmayanti. (2021). Kejadian hipotermia pada bayi baru lahir di negara berkembang dan faktor risikonya. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(3), 221–228.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. (2023). Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2023. Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Ratih, N. K. (2018). Adaptasi fisiologis bayi baru lahir dan risiko hipotermia neonatal. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan, 7(2), 87–94.

Arhamnah, A., Rahmawati, S., & Kurniawati, D. (2022). Pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir. Jurnal Kebidanan Nasional, 8(1), 34–40.

Casman, C., Nurhayati, S., & Wahyuni, E. (2018). Efektivitas penggunaan skin wrap dalam mencegah hipotermia pada bayi baru lahir. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 13(1), 56–63.

Hariyani, D. (2023). Efektivitas skin wrap dibandingkan pembungkus kain terhadap suhu tubuh bayi baru lahir. Jurnal Kebidanan dan Keperawatan, 15(2), 102–109.

Noordiati. (2018). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Dewi, R. (2023). Hubungan suhu ruang bersalin dan proses persalinan dengan perubahan suhu tubuh bayi baru lahir. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 17(1), 12–19.

Pranoto, H., Sari, Y., & Putri, A. (2018). Penggunaan kantong plastik sebagai metode pencegahan hipotermia pada bayi baru lahir. Jurnal Neonatal Indonesia, 5(2), 76–82.

Aliansy, M. (2022). Pengaruh penggunaan kantong plastik terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir yang mengalami hipotermia. Jurnal Keperawatan Terapan, 9(3), 144–150.

Chaidir Reny, R. (2016). Pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap suhu tubuh bayi baru lahir. Jurnal Bidan Cerdas, 1(1), 22–28.

Darmasari, D. (2019). Efektivitas kontak kulit ibu dan bayi dalam mencegah hipotermia neonatal. Jurnal Ilmu Kebidanan, 6(2), 98–104.

Setyorini, D., Handayani, S., & Wulandari, R. (2011). Peran kontak kulit ibu dan bayi terhadap kestabilan suhu tubuh neonatus. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 2(1), 41–47.

Winasari, S. (2023). Asuhan Neonatus, Bayi dan Balita. Jakarta: EGC.

Yuwansyah, Y. (2019). Hubungan pelaksanaan inisiasi menyusu dini dengan kejadian hipotermia pada bayi baru lahir. Jurnal Kesehatan Medika, 4(2), 65–71.

Fernando, A. (2023). Efektivitas inisiasi menyusu dini terhadap peningkatan suhu tubuh bayi baru lahir. Jurnal Kesehatan Ibu dan Anak, 18(1), 27–34.

American Academy of Pediatrics. (2016). Guidelines for Perinatal Care (8th ed.). Elk Grove Village, IL: American Academy of Pediatrics.

Zulala, N., Suliastianingsih, A., & Arifah, S. (2017). Pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap stabilitas fisiologis bayi baru lahir. Jurnal Kebidanan Indonesia, 8(1), 55–62

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles